Arsip Konsultasi Obat
Tips mengelola Apotik
| Tips mengelola Apotik |
|
|
|
| Written by Administrator | |
|
Dwi assalamu'alaikum,saya yogi,sekarang ini saya tinggal di kuwait sebagai tenaga kerja perawat,saya terus terang tertarik untuk membuka sebuah apotik,,tapi saya masih belum tahu pasti prospek kedepannya,semenara ini ,apoteker saya sedang mengurus surat ijin,,,saya ingin anda memberikan saran atau nasehat dan langkah apa yang sebaiknya saya lakukan ? kemudian kekawatiran saya,, dalam jarak 100 meter dari tempat saya sudah ada apotek tapi masih baru jg,,,apa kiat kiat yang harus dilakukan agar supaya bisa bersaing dengan sehat ? jawab: Sdr Dwi yang terhormat, Selamat ya dengan apoteknya. MODAL YANG PERTAMA adalah KEBERANIAN. Tentunya untuk menunjang keberanian kita diperlukan langkah2 pendukung. Dalam melakukan sebuah usaha apapun itu diperlukan studi kelayakan (Feasibility study). Bapak harus mempertimbangkan faktor-faktor apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan kita. selain itu juga permodalan, kira2 dalam berapa lama Break Even Point tercapai dan berapa minimal omset yang dibutuhkan. praktisnya, anda bisa meminta bantuan apoteker anda untuk melakukan analisa dan perhitungan BEP (itu semua kami pelajari sewaktu kuliah apoteker). Sehingga anda sudah punya gambaran usaha anda. Masalah persaingan, anda harus bisa melacak kekuatan dan kelemahan apotek pesaing kita. Jika harga obat yang dijadikan faktor penarik pelanggan, anda harus waspada. Karena pelanggan akan lebih memilih harga murah. Untuk margin keuntungan anda harus menetapkan berapa persen untuk obat etikal dan berapa persen untuk obat bebas. Biasanya standar HET rata-rata 25% untuk etikal dan 20% untuk barang bebas. Nah, untuk menarik pelanggan, anda bisa melakukan sosialisasi dan promosi secara halus kepada masyarakat sekitar.Contoh : sebelum apotek berjalan pasanglah spanduk di depan apotek kita,contoh : "Mohon do'a restu,di sini akan dibuka APOTEK...". Kemudian awal operasional, adakan kartu pelanggan yang sekaligus kartu diskon yang berlaku per 3 bulan atau per 6 bulan sehingga harga obat apotek kita dikenal lebih murah. Selain itu sosialisasi apotek bisa melalui partisipasi dengan yayasan tertentu misalnya dalam Bakti sosial Pengobatan gratis. Kegiatan promosi ini memang membutuhkan biaya,tapi itulah resiko marketing, toh nantinya untuk kemajuan apotek kita dimasa depan. Dalam mengelola apotek, manajemen personalia, pengadaan barang dan pelayanan prima harus diperhatikan. Tanyakan kepada apoteker bapak mengenai ini. InsyaAllah akan lebih detail. Tentunya apoteker harus praktek di apotek jangan hanya menjual ijin saja. Apoteker yang datang setiap hari dan berpraktek langsung kepada pasien akan menjadi nilai jual apotek dan menjadi lebih terpercaya. Untuk jangka panjang apotek bisa mencari klien perusahaan atau departemen pemerintah agar menebus obat di apotek kita. Sekali lagi, selamat!!! Semoga informasi dari kami bermanfaat, Indri Mulyani Bunyamin,S.Farm,Apt |
| < Prev | Next > |
|---|