| Konferensi Pers BPOM RI seputar isu bakteri dalam susu formula |
|
|
|
| Written by Administrator | |
|
Menindaklanjuti hebohnya isu mengenai terkontaminasinya susu fomula dan makanan bayi oleh bakteri berdasarkan hasil penelitian IPB, Badam POM RI mengadakan jumpa pers pada hari Jum'at tanggal 29 februari 2008. Dalam konferensi pers tersebut dinyatakan bahwa penelitian dari IPB tersebut dilakukan pada tahun 2003 terhadap merk susu yang beredar pada tahun 2003, sehingga ada sekarang beberapa merek sudah tidak beredar lagi di pasaran. Merek yang digunakan dalam penelitian tidak akan diumumkan, karena menurut kaidah penelitian hal tersebut tidak pernah dilakukan. Mengenai bakteri Enterobacter sakazaki, hingga saat ini tidak ada laporan di Indonesia yang pernah melaporkan adanya bayi sakit akibat terkontaminasi tersebut. Kasus yang ada terjadi di luar negeri sejak tahun 1961 sampai dengan tahun 2003 hanya ditemukan 48 kasus saja. Kasus itupun terjadi hanya pada bayi yang berumur di bawah 1 bulan yang sistem kekebalan tubuh rendah, berat bayi rendah dan bayi yang prematur. Selain itu BPOM juga menyatakan bahwa perlunya pemberian ASI ekslusif pada bayi 0 - 6 bulan dan pemberian susu formula pada umur tersebut diberikan jika terjadi kasus ASI tidak keluar dengan baik pada ibu. Susu formula yang diberikan juga harus diperhatikan standar kebersihan peralatan susu yang digunakan dan prosedur penyajikan susu dengan benar (biasanya terlampir pada petunjuk). BPOM juga meyakinkan bahwa seluruh susu formula yang beredar di pasaran telah melalui evaluasi terhadap keamanan, mutu serta gizinya dan dimonitor secara berkala oleh BPOM. |
| < Prev | Next > |
|---|