Perlunya menjadi Apoteker yang memiliki “VALUED”

Menarik sekali bahasan tentang Apakah apoteker di apotek under valued ? yang di tulis di website apotekkita.com. Memang sudah menjadi rahasia umum bahwa “valued” apoteker di mata Pemilik Sarana Apotek (PSA) sangat rendah.

Hal ini terbukti dengan banyak PSA yang menawarkan Valued Gaji kepada Apoteker dengan nilai dibawah rata-rata dan bahkan alasan mereka nilai gaji tersebut karena Apoteker tidak usah datang, cukup datang jika diperlukan saja.

Artinya ? profesi Apoteker hanya dijadikan persyaratan administrasi sedangkan “KEHADIRAN APOTEKER DI APOTEK TIDAK DIPERLUKAN !”

Tetapi jangan salah, ternyata memang banyak rekan sejawat kita yang menerima keadaan dan kondisi tersebut dengan lapang dada dan gembira sehingga apakah apoteker di apotek under valued ? rasanya jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah YA !.

Budaya yang sudah berjalan saat ini memang membuat posisi apoteker di apotek jadi terkesan administratif saja. Istilah “Double Job” yaitu apoteker yang memegang jabatan Apoteker pengelola apotek (APA) bisa di sambi dengan pekerjaan lain atau mungkin yang lebig trendnya Apoteker TEKAB menambah derita posisi apoteker di apotek.

Kebutuhan akan pekerjaan memang menjadi alasan utama bagi rekan sejawat untuk menerima kondisi tersebut, karena jumlah Apotek yang ada lebih sedikit dari lulusan apoteker yang ada. Sehingga dalam tawar menawar Apoteker selalu dalam posisi yang kalah.

Untuk itu perlunya usaha rekan sejawat Apoteker untuk ber-VALUED di Apoteker merupakan hal yang harus mulai dilakukan. Sudah saatnya memberikan pengertian kepada PSA mengenai apa tugas dan tanggungjawab seorang Apoteker dari segi aspek kompetensi teknis, impact of decisions, job complexity dan responsibility of others sebagaimana telah diuraikan di web apotekkita.com tersebut.

Tidak hanya itu, dukungan perundangan dan peraturan dari pemerintah mengenai apotek dan apoteker juga harus mendukung agar apoteker bisa ber-VALUED lebih. Karena saat ini adanya posisi asisten apoteker membuat kehadiran apoteker tidak diperlukan begitu besar di apotek. Perlu adanya rumusan peraturan dimana hanya apoteker yang bisa membuat pembacaan resep sampai peracikan obat ke pasien menjadi legal misal dengan adanya persetujuan berupa tandatangan dari Apoteker. Sehingga mau tidak mau kehadiran Apoteker sangat diperlukan.

Terakhir kembali lagi kepada Apoteker agar lebih optimal dan sungguh-sungguh dalam menjadikan Apoteker yang bernilai lebih. Jangan ada lagi istilah Apoteker Tekab yang malah akan membuat apoteker Under valued.

About Indri Mulyani Bunyamin,S.Farm,Apt 144 Articles
Saya bekerja di PKC Kembangan Jakarta Barat dan praktisi di bidang Farmasis. Saya telah mengelola konsultasi obat online sejak tahun 2007.